Minggu, 23 Oktober 2011

Does new media limit or expand our personal freedom?

Nowadays technology grows as fast as development of social networking.  Many people start to blogging, at least they have facebook account, either because of technology literacy reason or they just follow what is common stuff on the internet along they environment. Internet is the right place to find news, learn something new, and we can express what we feel on that time. For some cases, Internet can make someone famous. New media facilitate us with their great application, so that we can share our daily activities, upload our photos, share something with our friends. All we can do easily. 

But, does new media limit our  personal freedom? Can we go to jail because of what we have posted or shared? In my opinion, new media definitely is not limit our personal freedom. We have freedom of speech and freedom of the press. However, there are still some rules that must be obeyed. For example, you can posting any activities what you've done or about your friends, upload your own photos, comment on friend's status. But, if your share contain of pornography, ect. and it is flagged, your account will be deleted. 

So, be careful with your share, make sure that it's not contain pornography and hurt anybody or community. Internet can lead us to emotional intelligence to build community or network for help people.Be a smart people by using new media correctly.

Kamis, 26 Mei 2011

Rangkuman Manusia dan Tanggung Jawab

Manusia dan Tanggung Jawab
Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah perasaan menanggung segala sesuatu.  Baik dalam bentuk perbuatan maupun jawaban atau perkataan harus disertai dengan tanggung jawab. Tanggung jawab juga adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja dan hal ini juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Tanggung jawab muncul dari dalam setiap pribadi manusia karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Tanggung jawab itu bersifat kodrati yang artinya sudah menjadi bagian hidup manusia, apabila seseorang melepaskan tanggung jawabnya, maka akan ada pribadi lain ataupun sekelompok masyarakat yang memaksa tanggung jawab itu.
Macam-macam Tanggungjawab :
  1. Tanggungjawab terhadap diri sendiri
  2. Tanggungjawab terhadap Keluarga
  3. Tanggungjawab terhadap  masyarakat
  4. Tanggungjawab terhadap bangsa / negara
  5. Tanggungjawab terhadap Tuhan
Pengabdian dan Pengorbanan
          Pengabdian dan pengorbanan saling melengkapi satu sama lain dan merupakan wujud dari tanggung jawab. Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih sayang, norma, atau satu ikatan dari semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian bisa dalam bentuk kepada keluarga, seperti seorang kepala keluarga yang bekerja pada suatu perusahaan dengan segala keihklasan bekerja demi pengabdiannya terhadap keluarhanya dan bekerja dengan baik demi pengadiannya terhadap perusahaan tersebut. Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarati pemberian untuk menyatakan kebaktian yang bersifat kebaktian serta mengandung keikhalasan yang tidak mengandung pamrih. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran dan perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan sja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk pada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk pada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

Rangkuman Manusia dan Pandangan Hidup

Manusia dan Pandangan Hidup
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup bersifat kodrati karena menentukan masa depan seseorang dan merupakan hasil pemikiran dan ideology setiap pribadi manusia tersebut. Tentu saja hal ini memakan waktu yang cukup lama. Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup. Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
  2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara
  3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka panandangan hidup itu  disebut ideology. Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsure-unsur  yaitu : cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan.
Cita-cita
Cita-cita merupakan pandangan masa depan,  pandangan hidup dan tujuan yang akan datang dimana didalamnya mengandung keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya. Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan. Seseorang mencapai apa yang dicita-citakannya tergantung dari 3 faktor; pertama faktor manusia yang memiliki cita-cita, kedua kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakannya dan ketiga seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai.
Kebajikan
Kebajikan mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia mempunyai suara hatin yang merupakan sumber kebaikan dari setiap diri manusia. Suara hati selalu membisikan hal yang baik untuk dilakukan demi kebaikan sendiri maupun masyarakat. Suara hatipun selalu memilih yang baik. Jadi suara hati dapat merupakan hakin untuk diri sendiri.
Usaha/Perjuangan
            Usaha /perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun denan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Manusia dibatasi oleh kemampuan dalam bekerja, karena kemampuan terbatas timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya,

Keyakinan / Kepercayaan.
           Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu :

Aliran naturalisme : hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari nature, dan itu dari Tuhan. Tetapi yang tidak percaya pada Tuhan, nature itulah yang tertinggi. Aliran naturalisme berisikan spekulasi mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada

Aliran intelektualisme : dasar aliran ini adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir, mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan pikir (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses.

Aliran gabungan. Dasar aliran gabungan ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Apabila kekuatan gaib dan akal pikiran di satukan, maka akan menyebabkan adanya dua kemungkinan pandangan hidup.  Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir, sedangkan hati nurani dinomorduakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat), pandangan hidup ini disebut sosialisme. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, kedua-duanya mendasari keyakinan secara berimbang, akan dalam arti baik sebagia logika berpikir maupun sebagai daya rasa (hati nurani), logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif panangan hidup ini disebut sosialisme-religius. 

Soal Manusia dan Keadilan

Soal Manusia dan Keadilan

1. Apakah yang dimaksud dengan keadilan ? Apa makna dari keadilan ?
Jawab : Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Makna dari keadilan itu sendiri bisa menyankut sebuah perkataan atau perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.

2. Apa yang dimaksud dengan keadilan komutatif ? Berikan contohnya ?
Jawab : Keadilan komutatif adalah keadilan yang bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum, keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Contohnya : manusia mendapatkan keadilan hak untuk bertahan hidup.

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kejujuran dan hakikat kejujuran ?
Jawab : kejujuran merupakan suatu bentuk pernyataan dari seseorang yang sesuai dengan kenyataan yang ada. Kejujuran berasal dari hati nuraini setiap manusia, karena hati nurani selalu memaksa untuk berbuat baik. Hakikat kejujuran merupakan yang berasal dari Tuhan YME.

4. Apa yang dimaksud dengan kecurangan dan sebab-sebab orang melakukan kecurangan ?
Jawab : kecurangan merupakan suatu tindakan tidak terpuji yang menginginkan sesuatu atau memperoleh keuntungan tanpa adanya usaha dan tenaga yang dikeluarkan. Sebab-sebab orang melakukan kecurangan adalah ingin dipandang hebat oleh orang lain, tidak mau menerima kekalahan, dan senang apabila orang-orang disekitarnya menderita.

5. Apakah hakikat dari pemulihan nama baik ?
Jawab : pada hakikatnya, pemulihan nama baik merupakan kesadaran manusia akan kesalhannya. Apabila seseorang melakukan kesalahan dan ingin memperbaiki nama baiknya, maka tidak hanya di bibir saja dia bertobat dan meminta maaf tetapi juga melakukan perbuatan terpuji, membantu orang tanpa pamrih, dan hal baik lainnya.

6. Apa yang dimaksud dengan pembalasan ? Apa sebab-sebab orang melakukan pembalasan ? Berikan contoh!
Jawab : pembalasan adalah suatu bentuk reaksi atas perbuatan orang lain berupa perlakuan yang seimbang ataupun serupa. Sebab-sebab orang melakukan pembalasan dikarenakan tidak ingin hak dan kewajibannya dilanggar.
Contoh : apabila orang yang kita sayangin mendapat perlakuan buruk dari pihak lain, maka atas dasar rasa kasih saying dan ketidak inginan hak dan kewajiban orang yang kita sayangi dilanggar oleh pihak lain, maka kita melakukan pembalasan yang serupa atau seimbang kepada pihak lain tersebut.

Soal Manusia dan Keindahan

Manusia dan keindahan
1. Apa bedanya keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dengan sebuah benda tertentu yang indah (terlihat) ?
Jawab : keindahan abstrak : keindahan yang tidak dapat kita lihat secara fisik, tetapi hanya kita dapat rasakan. Seperti indahnya apabila di dalam keluarga dapat berkumpul bersama dan saling berbagi. Alangkah indahnya kebersamaan yang terjalin yang hanya dapat dirasakan.
Keindahan terlihat : keindahan yang dapat kita lihat secara fisik dan dapat kita nikmati keindahan tersebut. Keindahan seperti pemandangan yang diciptakan Tuhan secara sempurna dan keindahan perilaku orang yang sangat baik.

2. Apa bedanya nilai ekstrinsik dengan intrinsik ?
Jawab : Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai sesuatu tujuan, atau demi kepentingan benda itu sendiri.

3. Jelaskan pengertian dari kontemplasi dan ekspansi ?
Jawab : Kontemplasi ada pada dalam dasar diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Sedangkan Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah.

Kamis, 14 April 2011

Artikel Manusia dan kebudayaan

Manusia dan Kebudayaan
Dalam kehidupan ini manusia tidak dapat lepas dari kebudayaanya. Kebudayaan merupakan hasil cipta manusia sejak zaman dahulu. Kebudayaan itu berbeda-beda di setiap daerahnya karena faktor lingkungan dan hasil pemikiran setiap orang yang kemudian dilestarikan secara turun menurun sebagai suatu kebiasaan masyarakat di dareah tertentu. Kehidupan manusia selau ditandai oleh norma sebagai aturan sosial untuk mematok perilaku manusia yang berkaitan dengan kebaikan bertingkah lak, tingkah laku rata-rata atau tingkah laku yang diabstaksikan. Oleh karena itu dalam setiap kebudayaan dikenal norma-norma yang ideal dan norma-norma yang kurang ideal atau norma rata-rata. Norma ideal sangat penting untuk menjelaskan dan memahami tingkah laku tertentu manusia, dan ide tentang norma-norma tersebut sangat mempengaruhi sebagian besar perilaku sosial termasuk perlaku komunikasi manusia.
Nilai adalah konsep-konsep abstrak yang dimiliki oleh setiap individu tentang apa yang dianggap baik atau buruk, benar atau salah, patut atau tidak patut
Unsur penting kebudayaan berikutnya adalah kepercayaan / keyakinan yang merupakan konsep manusia tentang segala sesuatu di sekelilingnya. Jadi kepercayaan / keyakinan itu menyangkut gagasan manusa tentang individu, orang lain, serta semua aspek yang berkaitan dengan biologi, fisik, sosial, dan dunia supernatural. Unsure penting kebudayaan adalah bahasa, yakni system kodifikasi kode dan symbol baik verbal maupun non verbal, demi keperluan komunikasi manusia.
Definisi kebudayaan di atas seolah bergerak dari suatu kontinum nilai kepercayaan kepada perasaan dan perilaku tertentu. Perilaku tertentu. Perilaku tersebut merupakan model perilaku yang diakui dan diterima oleh pendukung kebudayaan sehingga perilaku itu mewakili norma-norma budaya.
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, clan setclah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur
hidup manusia agar sesuai dcngannya. Tampak baliwa keduanya akhimya merupakan satu keSatuan. Contoh sederhana yang dapat kita lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan-peraturan kemasyarakatan.

Rabu, 13 April 2011

Bab 4 Manusia dan Keindahan

Manusia dan Keindahan

Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal.


Nilai estetik.
            Tentang nilai ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif. Atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai instrinsik dan nilai ekstrinsik. Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya ( instrumental/contributory) yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik  dari benda yang bersangkutan, atu sebagai sesuatu tujuan, atau demi kepentingan benda itu sendiri. Sebagai contoh :
            Puisi. Bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda ) puisi itu disebut nilai instrinsik. Tarian damarwulan Minakjonggo merupakan nilai ekstrinsik, sedang pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.
Renungan
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.
Teori Pengungkapan.
Dalil teori ini ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan) expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud pelbagai gambaran angan-angan seperti misalnya images warna, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. Pengalamam estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan. Seorang tokoh lainnya adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni aalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yagn seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan berbagai gerak, garis, warna, suara dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.

Teori Metafisik
Teori seni yang bercotak metafisik  merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi. Paa taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi

Teori Psikologis
Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni tiu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Teori lain lagi yaitu teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757 -1805) dan Herbert Spencer ( 1820 – 1903 ) menurut Schiller, asal seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Dalam teori penandaan (signification theory) memandang seni sebagai lambing atau tanda dari perasaan manusia.